20 orang masih terperangkap di puncak gunung Jerai, Kedah. Kesiannya…

SAYEMBARA ESVA-20:

Tulis puisi berkonsepkan TERPERANGKAP.
Mula: Khamis 19.08.2021.
Akhir: Khamis 26.08.2021.

Hadiah:
Pertama: RM100.
Kedua: RM50.

Seorang sebuah sajak.

Hantar karya ke emel: gaksaAsean@gmail.com

PESERTA

  1. Moh. Ghufron Cholid.
  2. Ibnu Din Assingkiri.
  3. Isbedy Stiawan ZS.
  4. Paridah Ishak.
  5. Sujata Wee.
  6. Putraery Ussin.
  7. Jolatif.

PENYERTAAN

Moh. Ghufron Cholid

PUNCAK GUNUNG JERAI

Mencari-cari jalan keluar
Tak kunjung dapat

Detik demi detik
Menumbuhkan pohon sabar

Berharap pada sang maha akbar
Doa-doa mengecup langit

Terperangkap
Langit gugup semakin tegak

Berdekat sang maha akbar
Pohon-pohon sabar semakin mengakar

Moh. Ghufron Cholid
Torjunan, 19 Agustus 2021

BIODATA PENULIS
Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di Bangkalan, 7 Januari 1986 M, tamat SDN Blega 03 (1999), tamat SLTPN 01 Blega (2002), alumni TMI Al-Amien Prenduan (2006). Pendiri Pesantren Penyair Nusantara di FB, Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) memiliki peran besar dalam karir ke penulisannya, sampai beberapa acara sastra berskala nasional maupun internasional pun diikuti. Menulis baginya sarana menyegarkan ingatan dan menebar cinta serta lewat menulis bisa bertualang untuk lebih mengenal indah semesta ciptaanNya. Menulis puisi, cerpen, pantun dan esai serta menulis. Karya-karyanya tersebar di berbagai media baik di dalam maupun luar negeri seperti Mingguan Malaysia, New Sabah Times, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan WartaPerdana, Utusan Borneo, Tunas Cipta, Daily Ekspres, Bali Post, Majalah Horison, Majalah QALAM, Majalah QA, Majalah Sabili dll. Alamat Rumah Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura. Hp 087850742323
BTN Cabang Bangkalan nomer rekening 0002801580057814 atas nama Moh. Gufron, S.Sos.I

2.

Ibnu Din Assingkiri.

JERANGKAP DERAS

Ketika Jerai ditimpa hujan
seakan tak kunjung sudah
ia menggigil – menggeletar
sungai-sungai di keliling
melepaskan batu-batan,
kayu-kayan dan isi hutan
sebagai jerangkap deras
memerangkap manusia,
binatang liar dan ternakan
ke dalam Tsunami kecil.

Begitu banyak kehilangan
sampai tak terhitung lagi…,
walaupun mangsa bencana
pasrah terima segala duga
di kaki Jerai bergema doa
agar tegaknya akan terhindar
dari gugatan tangan penjarah
penggondol hutan beralasan
atas nama besi dan mineral
durian, juga eko pelancongan.

Simpang Ampat, Pulau Pinang
21 Ogos 2021
#ibnudinassingkiri

3.

ISBEDY STIAWAN

3. Isbedy Stiawan ZS

DI LUAR PUISI

di luar puisi terlalu gaduh

orangorang berburu
memanjat tiang
mengais tanpa sisa
merangkap bibirnya
jika satu dikunci
lainnya bicara lagi

di dalam puisi
terlalu sunyi
perjalanan ke surgawi?

di luar gaduh
meributkan kata
merisaukan pesta
jika digebah
siapa di tampuk tahta?

di luar puisi terlalu gaduh

orangorang bercumbu
dengan bayang pohon
pantai yang maya
peluk dingin

tapi, mengapa tak
kutulis ini segala?
(aku juga sibuk
menuju gaduh
kuciptakan perangkap
di setiap dekap)

: dan kita terperangkap kini?


ISBEDY STIAWAN ZS lahir dan sampai kini menetap di Tanjungkarang, Lampung. Ia menulis puisi, cerpen, esai, dan karya jurnalistik. Saat ini sdh merampungkan trilogi buku puisi bertema kematian, kritik, dan pandemi covid yakni Burungburung dan Kisah Lain, Buku Tipis untuk Kematian (siap diterbitkan basabasi Yogyakarta), dan Musim Kabung. Isbedy dapat dihubungi di HP/WA 082178522158.

4.

BAHASA ALAM

Hanya mengeluh nasib dikenang

sedangkan alam utus isyarat.

apa terjadi  sengaja reka

tidak cakna leka jeda ngelamun

Semesta alam penuh rahsia

Bahasanya nyata lukisan citera

sebalik wujud ada petanda.

Gunung mempasak hijau belantara

Ditakik tarah bahu hingga kaki meluka parah

sakitnya tidak terkata

rahmat Pencipta dipersendakan

indah sempurna sifat kejadian

Namun rakus nafsu melenyapkan ilmu bestari

memasang jerat cerucuk binaan memerangkap laba

Allah tidak izin berlaku lantas dibayar tunai

kezaliman tangan sengkeling

Lantaran loba memerangkap mengungkap tragedi ngeri

alam menangis tersedu-sedu

tersirat maksud firasat

mentafsirnya terlambat

Neraca minda merenung dungu

kepala air menyapu segala

Gunung Jerai menyerah hiba

kenapa?

kesilapan berulang mendurja maslahat marhaen selama

PARIDAH ISHAK

Desa Melor Serendah

23/8/021

5.

                    PERSIS BERMIMPI NGERI

Awan hitam hadir menemani angin kencang
hujan lebat menggila seakan dendam tidak berkesudahan
bertali arus menuruni lurah lembah
wilayah yang dulunya tenang permai
mengangkut reba berselirat bergayut merintangi
tunjang tidak lagi mampu bertahan
mengamuk ganas mengundang trauma
jiwa resah bimbang dibelit rawan.

Sepantas petir ia menghilir
arus kelodak memecah ampuh batuan
tidak terduga oleh akal juga pemikiran
betapa ia merubah suasana sekilas pandang.

Tercungap di sini apakah esok masih mampu bertahan
langkah longlai mengah menahan tangis berderaian
mengharap bantuan juga ihsan pertolongan
kiranya diturunkan musibah untuk muhasabah
esok rupanya masih menunggu untuk disyukuri.

Persis bermimpi ngeri
tragedi kepala air realiti pernah dialami
mengajari tentang bencana alam
tertakluk dalam rencana kehendak-Nya jua.

6.

Manusia Bersiap Juga Terjerat

Lewat dewasa ini
segala petaka menjelma
payah untuk menduga
biarpun berwaspada
wajarkah hanya berlapang dada?

Mari singkap sirah purbakala
Kalam berulang-ulang menyebutnya
mengungkap derita manusia derhaka
kisah banjir besar melanda Nuh
hujan batu menimpa Abrahah
ribut pasir menyerbu kaum Lut
Musa membelah lautan lalu tsunami membantai
Syuib, Isa, Saleh tak terlepas ujian keras
memerangkap manusia yang hilang waras.

Persoalannya mengapa?
percaya atau biarkan saja
bumi meluah amarah
baik atau buruk terpalit jua
dunia sudah parah
hujan dan panas itu biasa.

Manusia lupa Penciptakah?
sifirnya mudah
yang baik juga teraniaya
yang alpa pun menderita
semua terperangkap oleh salah
tepuk dada berubahlah segera
agar tak terkurung dalam perangkap yang manusia puncanya.

Moga ujian banjir yang menimpa Yan, Kedah punya hikmah -19 Ogos 2021

Putraery Ussin.

7.

SENARAI PEMENANG

4.09.2021

KEPUTUSAN SAYEMBARA ESVA-20: “TERPERANGKAP”.

  1. RM100: Sujata Wee. (PAID @ 11.09.2021).
  2. RM50. Moh. Ghufron Cholid.

Tahniah buat pemenang. Yang tidak berjaya, cuba lagi ya.

TAMAT.