KARYA PENYERTAAN

1.

HABIS

Habis aksara
Tak melukis bait puisi
Hanya rindu meledak kalbu
Aku menjerit kepada-Mu
Membaca surat-Mu tak tersurat

Mahroso Doloh.
Patani-PWT, 21 Mar 2015

No photo description available.

2.

RUMAH ADAT

Katamu rumah ini sudah tidak cocokkerana banyak sangat susurnyamembatasi pergerakanmemerangkap laungangemanya meruyup ghaibdalam retorika asyik ketulaanzaman berzamanKata mereka rumah ini cocokkerana ia lambang kemandirianutuh bangsa yang berakartegak bersendikan adat geraknya bersulam sopangemanya menyelinap ruangbiar teguh berputih tulangjangan dijatuh hatta tiang sebatangDi rumah adat ini mari bersilamelentur bicara bijaksanaantara yang tua dengan mudamemberi dan menerima saksamaagar nanti jangan sekadar bermegahdengan sejalur nama yang tiada rupa

Lara MN
Bukit TinggiMac 2015

https://www.facebook.com/groups/1556180057984949/posts/1576709435932011

3.

KAULAH PUISI
(Sempena Hari Puisi Sedunia)

kau adalah lidah pengucap dari yang tak tereja dan terbacakarena kaulah ibu dari segala bahasarahim segala katamelahirkan berlaksa anak cucu maknakaulah galah pelontar rasa dan nalartergurat di kitab-kitab segala bangsa menjangkaui jarak dan zaman hingga jiwa-jiwa terluntatak sasar dan sesat dalam gelita kaulah rerimbunan semaktempat naungan jiwa mengerami resah dan gerahhingga menetas dalam barisan sajakmemahat sedalam-dalam jejaktempat merunut lacak butir kristal tak berkerakkau selayak buku pelajaran yang senantiasa terbukatak berbilang lembar dan halaman,serupa ladang tak berbatas dan berpetakbagi semaian segala rerupa benih dan bebijianagar tertumbuh sekalian pepohonan imaji dan anganmenjelma untaian warna-warni pelangi dan bebungaankau adalah air perigibagi haus dahaga setiap pejalan;kau adalah hembus tiupan anginbagi para gerah jiwa;kau adalah pijar cahayaketika pun langit hitam menjelaga;kau adalah alamat pulangbagi para peziarah kehidupankaulah puisi

Daladi Ahmad
Magelang, 21 Maret 2015

https://www.facebook.com/groups/1556180057984949/posts/1576803049255983

4.

GEMPITA PUISI
(Sampena Hari Puisi Sedunia)

Gapena bertabur puisidada malam pecah sorak soraiada yang meraungkan nuraniada yang mengenang gelora asmaraada pula yang becermin pada retak kacamemastikan duka tak lagi menetap di jiwa

Madura, 21 Maret 2015
-Moh. Ghufron Cholid

5.

BAGAIMANA-KU KELUAR-KANMU DARI WILAYAH HINGAR

Paling murah untuk mengangkutmukeluar dari legaran hiruk pikuk iniialah dengan kenderaan bernama puisidi akhir, kau harus berada di tempat lainberbeza dari tempat tapakmu bermulasebolehnya kau langsung terhalau jauhke wilayah asing nan indahdi mana kau bisa bersandartanpa rasa gusar akan duniadi sisi kenderaan bernamapuisi itu, kau langsung tertidurtanpa perlu koton di telinga lagikerana mimpi ubat pelali terkuatdisediakan amatur doktor semacam akutanpa lesen pendidikan berharga sejuta itu.

zainyusoff@KLCC
21 Mac 2015

6.

MENGAKRABI MUSIM

kau puisi yang mengakrabi musimrimbun pengrtiandi sabana kehidupanmengusir getirmenyunting debaryang begitu mawar

Madura, 21 Maret 2015 -Moh. Ghufron Cholid

TAMAT