Kulekapkan tujuh bunga teruna
merah segar membara
yakni; darah cinta mengalir
mengisi salir urat cintanya dara.

Kupasangkan tujuh bunga perawan
kelopaknya putih melati
yakni; cinta tujuh langit
menggugah jantung si kesuma.

Wahai penjaga langit
tembusi jantung si dara
biar malamnya mimpikan aku
kudayukan seruling rindu
biar nafsunya hanya padaku.

Duhai dewata cinta
tiupkan pada ubun-ubunnya
bersama keris patih gemala kasih
biar si dara memandang aku
satukanlah padanya hati ini
biar matinya dalam pelukku.

Timba cinta berlari
mencari si telaga
sirih junjung mengisi
pada gagang di jiwa

Kaleh wengi kliwon
ing pada ambang legi
kula nyuwun katresnan
seng arep galih ratna

Marilah wahai bunga
marilah wahai hati
marilah di sisiku.

Aloyindra
Puchong