Related image

Dari serangkaian jejak yang tertanam
telah setia mengalirkan napas mimpi-mimpi yang patuh
terpahat erat pada amsal dinding waktu
akan kemanakah kerinduan itu sampai, tak ada selainmu
meneguhkan kata, menyatukan cita
/
Telah kita tempuh ritual kenangan begitu jauh
yang telah mengakar pada kelapangan nurani
juga riwayat musim yang melahirkan harap-harap cahaya
dari sepasang bola matamu, menghantarkan sepasang ketulusan
/
Detak perjalanan yang tak pernah alpa untuk merajut kekekalan cinta
bagai angin yang setia mendekap tulus ilalang pun dedaunan
tak ada yang lepas dari genggaman tangan, yang memucuk padu hanyalah ketenangan
tak ada yang bersembunyi di balik sunyi,
yang ada hanyalah riak suaramu mendayu
/
Kasih dengan segala genggam kepatuhan
kesekian kali kau menjelma mawar, tanpa setangkai duri
lalu kumbang yang hinggap dengan segala harapnya itu
menitipkan hari-hari untuk di bangun masa depan
di antara dua musim dan delapan arah mata angin
/
Kasih, kini kulukis wajahmu yang teduh
lewat pena yang telah usai mengembara dalam persaksian
diantara jejakku pun jejakmu, kita telah bersaksi atas ruh dalam penyatuan diri
Kembali, menyelinap dalam ruang keabadian.

Oleh:

Tanjung Lesung, 27 Juli 2019
-Zham Sastera
.