MUSAFIR
(Catatan dari Wei Qu Nan Zhan)

Salam umie,
Daerah ini penuh ranjau dan duri untuk aku sisiri menjadi hadiah sebuah terjemahan hati, tentang impian dan cita-cita yang ingin kulestarikan.

Sebenarnya aku ingin menangis tetapi teringat umie kata, kalau selalu menangis hati mudah sesat barat. Tapi hanya sekali ini saja umie, sebab empang airmata mula pecah membanjiri, dan puing-puingnya merobek hati.

Musim bunga akan berakhir di sini, namun di kiri kanan jalan petunia dan mawar masih berkembang. Mawar itu akukah umie? Selalu tersenyum menutup rawan walau terkadang songsang perasaan.

Umie,
Aku hanya ingin seperti cemara, walau sakit digoncang ribut, tetap sabar menahan liuk. Doakan aku setabah purnama, tetap setia di sisi walau tak tergapai sang matahari. Kerana kehidupan itu bukanlah semuanya tentang apa yang kita mahukan, sebaliknya tentang apa yang akan kita manfaatkan dan apa yang akan kita tinggalkan.

Bukankah umie kata sabar itu adalah hakikat, keindahan yang penuh dengan segala lara ujian. Lalu, akupun memilih untuk bertahan.

Cikseri Banang
Xi’an
Imsak 15052019