Bagaimana bisa kau merasakan. Pada setiap kepedihanku.
Bagitupun aku. Kita yang terlepas pada setiap pembicaraan. Kesepian menyakiti lubuk penghayatan.

Bagaimana bisa kau merasakan segala denyut kesakitanku. Begitupun aku. Sementara keterikatan tak pernah saling kita pedulikan sebagai yang saling memiliki kesamaan.

Bagaimana bisa kau dan aku saling membedakan. Sementara perbedaan tak pernah kita batasi.

Bagaimana kau dan aku merasakan segala duka cita dan suka cita sementara cinta masih menjadi sandiwara di antara setiap tatap mata kita.

Abdul Jalal Al-Bantani
Garut 2019