KERELAAN
 
Aku lebih dari sekadar siap untuk bersedih.
Melewati bulan dan matahari
yang memuncak dan tergelincir.
Melampaui ratusan musim penantian
tanpa perlu kusebut
kau sebagai kekasihku,
 
aku mencintaimu.
 
Anyer, 2018.
 
 
SETELAH NUN SEBELUM FA
 
Aku adalah teka-teki
yang muskil kau pahami.
 
09 November 2018
 
 
DI TEPI JALAN
 
Apatah yang kudu dicari lagi?
Pengembaraan panjang ini,
telah kehilangan arah.
 
Mungkin, aku hanya butuh istirahat.
Tetapi, pulang kemana aku malam ini?
rumah-rumah telah terkunci
 
Kakiku tersendat
karena setiap langkah telah
kehilangan arti.
Harapan hilang ditangkap
keremang-remangan.
 
Aku di sini, dalam sunyi
menemui kesia-siaan.
Di tepi jalan,
seekor kucing mati kelaparan.
 
CILEGON, FEBRUARI, 2019

BIODATA. Hanif Farhan, kelahiran 25 mei 1999, lulusan Otomasi Industri, sekarang belajar di pesantren Al-Hidayah, Palas, Cilegon. Ia tercatat sebagai mahasiswa filsafat di UIN SMH Banten dan merupakan anggota Gaksa (Gabungan Komunitas Sastra ASEAN). Ia menggeluti sastra sejak masih duduk di bangku SMK. Sampai saat ini ia menulis novel dan puisi. Bukunya yang sudah terbit, (Berkelana Di Sepasang Matamu, ZA Publisher, 2018).

9501f785-04d6-4e08-8c1a-8c307f8cd054

TAMAT.